Jumat, 17 Mei 2013

hanya sebuah catatan malam kecil (baca : curhatan FB, (ignore it)) :)


fuh, orang ini (saya) tak patut ditiru...
seolah2 menentang bajakan, os-nya pamer udah legal tapi kontennya 80% bajakan (Payah!)...
akhirnya cuma bisa bilang, semua butuh proses (ngeles!)...
well, whatever..
mungkin pertentangan dalam diriku terlalu parah sehingga keluar tak terkendali...
aku ga pernah berharap aku bisa memberi petunjuk pada orang2 di sekitarku tentang hal itu (aku sendiri masih sangat jahiliah)...
apapun itu, setidaknya aku bisa membagi KETIDAK-NYAMANAN-ku kepada orang - orang di sekitarku (semacam curhat)...
kalau diabaikan, monggo...
kalau ga suka terus bilang aku munafik, mongo (syukurlah, ada motivasi baru untuk terus move on)...
kalau suka terus berjalan ke jalan yang sama denganku, ya alhamdulilah, mari belajar bersama - sama (^_^)...

Read more...

Rabu, 15 Mei 2013

Isu UKT (Uang Kuliah Tunggal) di UNY dan problematikanya


Assalamu'alaykum...
Selasa 14 mei 2013 saya diberi tugas untuk audiensi tentang isu – isu yang terjadi di Indonesia dengan salah satu ketua BEM di UNY dalam rangka penugasan ILCS. Sebenarnya tugas itu ditugaskan sejak SG ILCS 2 minggu lalu, tapi karena saya tidak ikut dan saya baru tahu minggu kemarin. Karena waktu yang sangat mepet yaitu hanya 2 hari, akhirnya saya ambil mudah saja menemui ketua BEM fakultas saya, yaitu mas Fiky Fristiar dari fakultas teknik, pada hari kedua 4 jam sebelum deadline, dan mulai menuliskannya dalam word setengah jam sebelum deadline (sekarang). :)
Pertama kami memilih isu yang akan dibahas dalam audiensi. Setelah berembug sebentar dengan beliau akhrinya kami memilih tiu tentang UKT yang diterapkan di UNY. Yaitu tentang kronologisnya, kebijakannya, dan sisi kontroversialnya.
Dari penjelasan mas Fiky disebutkan bahwa UNY termasuk cepat dalam menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) ini. Berawal dari dibuatnya surat edaran oleh kementrian tanggal 5 februari, pihak rektorat UNY sudah langsung bisa memberikan jumlah kasarnya pada tanggal 16 Februari. Yaitu 3.5, 3, dan 2.6 juta setiap semester. Kemudian sampai sekarang sudah disahkan dan akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2013/2014.
UKT sendiri adalah sistem dimana seluruh biaya kuliah mulai dari uang gedung, spp, dan biaya lainnya dijumlahkan dan dibayar dicicil selama delapan semester. Untuk FT sendiri nilai yang ditetapkan adalah 3,5 juta. Sehingga dalam delapan semester menjadi sekitar 28 juta.
Pandangan mahasiswa terbagi dalam menyikapinya. Ada yang bilang dengan UKT SPP semakin murah, ada yang bilang sebaliknya. Kalau ditelisik lebih jauh ternyata memang bagi sebagian kategori mahasiswa spp ini semakin murah, tapi bagi sebagian kategori lain. Ini semakin mahal. UNY sendiri sebelumnya menganut 3 segmen. Segmen mahasiswa Bidikmisi, Reguler, dan non-Reguler. Mahasiswa bidikmisi, seperti yang kita tahu dibiayai oleh negara. Mahasiswa Reguler setiap semester sekitar 700 ribu – 1 juta (FT). Mahasiswa non-Reguler sekitar 2 juta lebih. Yang terjadi disini adalah subsidi silang antara mahasiswa non-Reguler dan Reguler serta Bidikmisi sehingga uang kuliah mahasiswa Reguler dapat ditekan. Tetapi dalam kebijakan UKT ini, kategori Reguler dan non-Reg dijadikan satu dan diwajibkan membayar 3,5 juta per semester.
Hal ini menjadi masalah karena tidak semua mahasiswa reguler itu tergolong mampu. Banyak diantara mereka kurang mampu dan kurang beruntung sehingga tidak bisa mendapatkan BidikMisi. Dengan adanya UKT biaya akan semakin mahal bagi mahasiswa kategori ini. Jika dihitung, total pengeluaran kuliah untuk mahasiswa Reguler selama 8 semester adalah sekitar 16 juta (1 jt x 8 + 10jt uang pangkal). Dengan adanya UKT ini dikhawatirkan kesempatan golongan mahasiswa seperti itu untuk kuliah semakin berkurang.
Masalah lain yang terjadi dalam UKT ini adalah dengan jumlahnya yang tetap 3,5 juta meskipun mahasiswa telah melewati semester delapan. Ini dianggap memberatkan karena secara teknis mereka telah memenuhi uang yang diwajibkan bagi mereka. Karena tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan untuk lulus tepat waktu dan tidak semua mahasiswa bisa matang dan siap secara mental untuk terjun dalam masyarakat dalam waktu empat tahun.
Konsekuensi lain dari UKT ini adalah pada surutnya pergerakan mahasiswa di UNY. Dengan tetpnya biaya UKT setelah semester delapan, mahasiswa akan menjadi terlalu terfokus pada studinya. Mereka kemudian akan berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk ikut dalam organisasi mahasiswa karena takut akan mengganggu studi mereka. Tentu ini akan menjadi kemunduran bagi Ormawa yang ada di UNY. Dan kemunduran juga bagi Indonesia karena akan berkurangnya mahasiswa kritis yang akan mengawal program – program pemerintah.
Solusi yang ditawarkan saat ini dari mas Fiky dalam menyikapi UKT ini adalah dengan terus kritis dan melakukan gerakan untuk mengangkat isu ini. Kebijakan yang telah dilandingkan memang sangat sulit diubah.Tapi jika kita terus bergerak, mengadakan aksi dan audiensi, minimal kita bisa memberi tahu pada masyarakat apa itu UKT dan permasalahannya. Dan pada akhirnya bisa menekan pihak birokrat untuk merevisi kebijakan tersebut.

Saiful Habib


Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi.
Read more...

Rabu, 01 Mei 2013

Resensi Anime : Chuunibyou Demo Koi Ga Shitai! (Dalam Rangka Tugas Bahasa Indonesia)


KISAH MENARIK DARI PARA PENGHAYAL (CHUUNIBYOU)

Chuunibyou Demo Koi Ga Shitai! Adalah serial anime (animasi kartun jepang) tentang Togasi Yuuta yang merupakan seorang remaja yang pada masa SMP memiliki kasus chuunibyou (kasus dimana seorang remaja seusia kelas dua SMP di Jepang memiliki khayalan yang terlalu kuat sehingga sering terbawa dalam tingkah lakunya di kehidupan nyata). Anime ini merupakan adaptasi dari Light Novel (Novel Bergambar) dengan judul sama yang ditulis oleh Toriko. Anime ini memiliki 12 episode berdurasi kurang lebih 24 menit. Anime ini dibuat oleh Kyoto Animation (KyoAni) dan ditayangkan dari 4 Oktober 2012 sampai 19 Desember 2012 di Jepang.


Anime ini mengisahkan tentang Togashi Yuuta yang semasa SMP memanggap dirinya memiliki kekuatan supranatural dan menamai dirinya “Dark Flame Master” yang menyebabkan dirinya sempat terkucil di kelas. Setelah lulus SMP dia sadar, kemudian dia mencoba untuk memulai kehidupan SMA – nya di tempat yang jauh sehingga tak ada teman dari sekolahnya yang dulu yang mengetahui tentang kasus Chuunibyou yang dia miliki dan memulai kehidupan siswa yang normal. Akan tetapi ada teman sekelasnya yaitu Takanashi Rikka (Yang juga mengalami Chuunibyou) mengetahui masa lalu Yuuta dan tertarik padanya. Rikka yang selalu menggunakan yang selalu memakai penutup mata di mata kanannya dan mengaku sebagai Tyrant Eyes” berhasil memafaatkan sifat malu Yuuta akan masalalunya untuk mengikat kontrak dengannya.

Dalam perkembangan cerita selanjutnya, Rikka menjadi semakin tertarik dengan Yuuta, yang meskipun menganggap kasus Chuunibyou Rikka itu memalukan tetap menerima dan membantunya. Dia membantu Rikka dengan berbagai hal, seperti membantu Rikka membentuk klub, membantunya belajar, dan lain sebagainya. Ketika Yuuta dan teman – temannya mengikuti liburan musim panas bersama Rikka, Yuuta menemukan dari kakak Rikka bahwa dua tahun lalu ayah Rikka, orang yang paling dekat dengannya meninggal mendadak karena penyakit parah dan menyebabkan Rikka jatuh dalam khayalannya (Chuunibyou) karena tidak bisa menerima kepergian ayahnya. Kemudian Yuuta yang setuju untuk membantu Rikka mencari “Unseen Horizon” (Fukashi Ky┼Źkaisen) yang dipercayan oleh Rikka akan membawanya kepada ayahnya membantunya untuk kabur dari rumah dan mengantar Rikka ke tempat dimana ia sebelumnya tinggal. Akan tetapi yang mereka temukan adalah rumah Rikka telah lama hilang dan kakak Rikka yang menyusul mereka mengingatkan Rikka tentang kenyataan secara kasar sehingga mereka bertengkar. Rikka yang kalah akhirnya pergi. Yuuta mencarinya dan menemukan Rikka dalam kereta kembali menuju apartemennya. Karena Rikka lupa membawa kunci apartemennya, ia terpaksa menginap di apartemen Yuuta. Yuuta membantunya, bermain dengannya, dan mengajaknya makan. Disaat itulah cinta diantara mereka mulai bersemi.

Rikka yang tak memahami perasaannya karena masih sangat terpengaruh chuunibyou tak berbicara lagi dengan Yuuta sejak malam itu dan menganggap bahwa Yuuta terkena kekuatan jahat yang menyebabkan ia malu dan tak sanggup untuk berhadapan dengan Yuuta. Nibutani Shinka yang merupakan teman satu klub Rikka mengetahui hal ini kemudian berusaha meluruskan pemahaman Rikka dan membantunya untuk menyatakan cintanya pada Yuuta. Setelah beberapa percobaan gagal karena Rikka masih terjebak dalam chuunibyou-nya, akhirnya Nibutani mengatur mereka berdua untuk bersama – sama membantu memasang spanduk di atap sekolah mereka yang saat itu akan mengadakan festival. Yuuta yang akhirnya memiliki kesempatan berbicara dengan Rikka menyemangati Rikka agar tidak menyerah mencari “Unseen Horizon”. Rikka yang saat itu terlalu senang oleh kata – kata Yuuta dengan ceroboh berjalan diatas atap untuk mendekati Yuuta sehingga terpeleset dan hampir jatuh. Yuuta akhirnya menolong Rikka dan malamnya Rikka menyatakan cintanya pada Yuuta.

Masalah dimulai saat setelah pulang kerumah Yuuta dimintai tolong oleh Tooka (kakak Rikka) untuk membantunya menyembuhkan adiknya dari chuunibyou. Tooka meminta hal ini karena dia akan melanjutkan karirnya sebagai koki di Italia sehingga Rikka akan tinggal bersama ibunya yang selalu dihindarinya karena masih belum menerima kematian ayahnya. Tooka ingin agar ibu dan adiknya bisa akur. Setelah bertemu dan mengetahui keadaan ibu Rikka keesokan harinya, Yuuta akhirnya meminta Rikka untuk melepaskan tutup matanya dan mengakhiri masa – masa chuunibyou-nya. Rikka kemudian dengan berat hati menuruti permintaan Yuuta dan kakaknya kemudian berusaha hidup normal. Sejak Tooka pergi ke Italia, Rikka telah menghabiskan tiga minggu untuk mencoba menjadi orang normal dan mulai bergaul dengan teman – teman yang lain. Akan tetapi Sanae, yang merupakan teman sepermainan chuunibyou Rikka tidak menyukainya dan mulai mengajak Rikka kembali. Hingga akhirnya saat Yuuta mengantar Rikka pergi untuk mengunjungi makam ayahnya, Sanae bertengkar dengan Yuuta dan berkata bahwa sebenarnya Rikka ingin agar Yuuta menerima sisi chuunibyou Rikka. Meskipun dalam hati ia merasa hal yang sama, Yuuta menolak untuk mengakuinya dan justru terus mendorong Rikka untuk menerima kenyataan dan menjadi normal.
Beberapa hari kemudian Rikka belum muncul dan belum ada kabar darinya, Yuuta yang mulai cemas mencari kabar tentangnya dikejutkan dengan kelakuan Tsuyuri Kumin, teman satu klub mereka yang tiba – tiba meniru Rikka. Kemudian malamnya dia mendapat kabar bahwa Rikka akan pindah dan tingal bersama ibu dan kakek neneknya di kota lain. Yuuta mulai merasa bersalah karena dia tidak menerima Rikka apa adanya dan memaksanya menghentikan perilaku chuunibyou yang dia sukai. Dia akhirnya meminjam sepeda dari temannya dan segera berjalan untuk menemui Rikka. Di tengah jalan dia bertemu dengan Kumin yang dititipi pesan oleh Rikka tentang masa lalu dan pemicu kasus Chuunibyou Rikka. Ternyata Rikka pernah bertemu dengan Yuuta dua tahun lalu. Rikka yang saat itu kehilangan ayahnya kemudian ia terkesima dengan tingkah laku Yuuta saat masih chuunibyou dan mulai menirunya. Rikka merasa lebih nyaman dalam chuunibyou-nya dan mulai kembali ceria. Yuuta kemudian meneruskan perjalanan dan berhasil mengajak Rikka keluar rumah pada malam itu. Kemudian Yuuta membawa Rikka menemukan Unseen Horizon dan membantu Rikka bisa menerima kepergian ayahnya. Pada akhirnya Yuuta dapat menerima sisi chuunibyou Rikka dan Rikka bisa kembali menjadi dirinya yang dulu.

Anime ini memiliki ide dan alur cerita yang unik dan menarik. Latar cerita yang mengangkat kisah tentang penderita sindrom chuunibyou masih termasuk jarang dalam anime Jepang saat ini. Cerita dalam anime ini disajikan dengan unsur komedi dan roman yang mudah dicerna sehingga sangat mengasikkan untuk ditonton. Meskipun demikian masalah yang diangkat cukup berbobot dan diceritakan dalam alur yang runtut sehingga mudah untuk dipahami. Bagi penyuka anime remaja yang ringan dan lucu, anime ini bisa menjadi salah satu tontonan yang menarik untuk diikuti.


Saiful Habib
11520241053
Resensi Film/Anime
Tipe : Deskriptif-Evaluatif

Note: Resensi ini ditulis dalam rangka mengejar deadline tugas bahasa Indonesia, Harap dimaklumi, karena saya termasuk orang yang malas melakukan segala sesuatu kecuali memang terpaksa, hehe...
bagi yang sempat mampir, mohon kritik dan sarannya ya... :)

Read more...